Dzackidotcom

Semua Ada Disini

Presiden Harus Redam Kemarahan Publik terhadap Malaysia

PIDATO Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait hubungan Indonesia-Malaysia dapat dikatakan datar-datar saja dan kurang mengesankan. Namun demikian, pidato itu dapat menjadi peredam kecamuk konflik di antara kedua negara yang memang harus diredam agar tidak meruncing.

Penjelasan yang ditunggu-tunggu masyarakat itu disampaikan Presiden di Markas Besar TNI, beberapa hari lalu. Ia mengungkapkan kebijakan yang diambil pemerintah berkaitan insiden di perairan Bintan, 13 Agustus 2010. Saat itu, tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan ditangkap oleh polisi laut Malaysia. Penangkapan ini dilakukan sebagai balasan atas penahanan tujuh nelayan Malaysia oleh petugas keamanan Indonesia.

Kendati tiga petugas kita telah dibebaskan dan nelayan Malaysia juga sudah dilepaskan, insiden itu membuat hubungan kedua negara sedikit memanas. Berbagai demonstrasi muncul di negeri ini, memprotes tindakan pemerintah Malaysia. Bahkan tak sedikit pula kelompok masyarakat yang mendorong ke arah perang.

Di tengah situasi seperti ini, sewajarnya Presiden berupaya keras meredakan suasana panas. Ia mengingatkan soal eratnya hubungan kedua negara dilihat dari segi budaya maupun sejarah.

Kerja sama ekonomi pun terjalin saling menguntungkan. Presiden juga menggarisbawahi bahwa saat ini terdapat dua juta pekerja kita yang mencari nafkah di Malaysia.

Ada 13 ribu pelajar Indonesia yang belajar di negeri tetangga itu. Sebaliknya, sekitar 6.000 pelajar Malaysia belajar di negeri ini.

Harus diakui, pilihan untuk tidak memperuncing keadaan itu amatlah tepat. Sudah bukan masanya lagi mengobarkan perang, seperti yang terjadi di era Presiden Soekarno. Waktu itu dengan lantang Bung Karno menggunakan jargon ‘Ganyang Malaysia’ untuk melawan kesewenang-wenangan Malaysia. Biarlah jargon politik Bung Karno itu menjadi bagian dari masa lalu.

Kedua negara kini saling membutuhkan karena memiliki kepentingan yang sama di bidang ekonomi, investasi, pendidikan, dan pertahanan-keamanan.

Mempertahankan hubungan baik dengan negara tetangga sungguh penting. Bahkan, kita harus mengambil manfaat semaksimal mungkin dari hubungan ini bagi kesejahteraan rakyat.

Tapi, pemerintah seharusnya juga berupaya sekuat tenaga untuk menjaga dan mengurus seluruh sumber daya di negeri ini, termasuk di perbatasan laut maupun darat. Jangan sampai kedaulatan kita diobok-obok negara lain.

5 September 2010 - Posted by | informasi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: