Dzackidotcom

Semua Ada Disini

Serangan di Irak Tewaskan 5 Orang

Kamis, 9 September 2010

BAGHDAD, Serangkaian serangan bom dan penembakan di Irak, Rabu (8/9), menewaskan lima orang, termasuk seorang penyiar televisi, saat Baghdad memberlakukan larangan bagi sepeda motor menjelang Idul Fitri.

Kekerasan itu, yang juga melukai puluhan orang, terjadi tiga hari setelah serangan-serangan bunuh diri terkoordinasi terhadap kompleks militer Irak di Baghdad yang menewaskan 12 orang dan mencederai 36 orang lain. Di kota Mosul, Irak utara, Sabah al-Khayat ditembak mati di depan rumahnya ketika sedang berangkat ke tempat kerjanya di stasiun televisi satelit Al-Mosuliyah, dimana ia menyiarkan program mengenai masjid dan tempat suci di kota itu.

“Orang-orang bersenjata menembak mati wartawan Sabah al-Khayat di depan rumahnya di Mosul pusat ketika ia sedang berangkat untuk bekerja,” kata seorang pejabat kepolisian yang tidak bersedia disebut namanya.

Penembakan itu merupakan pembunuhan yang kedua terhadap seorang wartawan televisi di Irak dalam beberapa hari ini. Riad al-Saray, seorang penyiar ternama yang menyajikan program-program politik dan keagamaan untuk televisi pemerintah Al-Iraqiyah, dibunuh Selasa, di Baghdad barat.

Dalam serangan paling mematikan, Rabu, sebuah kendaraan yang berisi bom diledakkan, dan ledakan itu segera disusul dengan ledakan bom pinggir jalan di dekat sebuah terminal bus di daerah Bayaa, Baghdad selatan, yang menewaskan dua orang. Para pejabat dari Departemen Pertahanan dan Dalam Negeri mengatakan, lebih dari 20 orang cedera dalam pemboman itu, termasuk 10 anggota pasukan keamanan Irak.

Di Jalan Al-Sheikh Omar di pusat kota Baghdad, dua ledakan bom pinggir jalan yang terjadi hampir serentak menewaskan satu orang dan melukai 12 lain, kata pejabat Departemen Dalam Negeri dan seorang dokter. Masih hari Rabu, seorang petani tewas di kota Mayndili, Irak tengah, ketika truknya terkena ledakan bom pinggir jalan di lahan pertaniannya, kata Mayor Mohammed al-Karkhi, juru bicara kepolisian di Provinsi Diyala sebelah utara Baghdad.

Serangan-serangan itu terjadi beberapa hari setelah berakhirnya operasi tempur AS di Irak pada 31 Agustus. Penarikan pasukan Amerika dilakukan bertepatan waktunya dengan meningkatnya serangan bom mobil dan penembakan yang ditujukan pada pasukan Irak yang mengambil alih tanggung jawab keamanan dari pasukan AS sejak 2009.

Ratusan orang tewas dalam gelombang kekerasan terakhir, termasuk sejumlah besar polisi Irak, tetapi AS tetap melanjutkan penarikan pasukan dari negara itu. Meski kekerasan tidak seperti pada 2006-2007 ketika konflik sektarian berkobar mengiringi kekerasan anti-AS, sekitar 300 orang tewas setiap bulan tahun ini, dan Juli merupakan tahun paling mematikan sejak Mei 2008.

Militer AS menyelesaikan penarikan pasukan secara besar-besaran pada akhir Agustus, yang diumumkan sebagai akhir dari misi tempurnya di Irak, dan setelah penarikan itu jumlah prajurit AS di Irak menjadi sekitar 50.000.

9 September 2010 - Posted by | Tak Berkategori |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: