Dzackidotcom

Semua Ada Disini

Memperbesar Payudara dengan Madu dan Jin

Jumat, 17 September 2010

surya

Sulton (tengah)

Ada-ada saja perilaku jahat di Indonesia. Mengaku mempunyai prewangan jin yang dapat menjodohkan gadis berusia 17 tahun dengan pemuda idamannya, ternyata Sulton (39), warga Dusun Glatik, Glagahsari, Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, diduga justru memerkosa sang gadis. Sulton—dikenal sebagai aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM)—akhirnya ditangkap jajaran Reskrim Polres Pasuruan, Rabu (15/9/2010) malam.

Informasi yang diperoleh Surya, Kamis, gadis berinisal M, warga asal Desa Bakalan, Purwosari, Kabupaten Pasuruan, siswi kelas II SMA tersebut pada 26 Juli diajak Sulton menjenguk temannya, Selfi, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil. Ternyata, teman yang sakit sudah pulang.

Saat perjalanan balik dari RS tersebut, keduanya mengobrol dan diketahui bahwa M naksir pemuda bernama Eko. Sulton kemudian mengaku dapat menjadi mak comblang dan dapat menjodohkan M dengan Eko. Dia mengaku memiliki prewangan sebangsa jin dan siap membantu M melakukan ritual, tetapi dengan syarat harus di tempat sepi. Perjanjian untuk ritual pun digelar pada 1 Agustus dan M diminta membawa madu.

Saat pelaksanaan ritual, M diantarkan ayahnya—yang juga teman Sulton—ke rumah Sulton. Selanjutnya, Sulton memboncengkan M naik motor dengan alasan mencari lokasi sepi. Di tengah perjalanan, Sulton mampir ke rumah temannya untuk menyelesaikan sebuah masalah. Selain itu, saat di Pandaan, mereka berhenti untuk membeli buah-buahan.

Waktu melanjutkan perjalanan itulah, M baru menyadari bahwa dirinya ternyata dibawa ke Tretes (tempat wisata), kemudian menanyakan kepada Sulton kenapa harus melakukan ritual di Tretes. “Dijawablah pertanyaan M bahwa Tretes adalah lokasi yang sepi dan tenang serta sejuk sehingga enak digunakan ritual dan prewangan dapat keluar,” kata Ajun Komisaris Indra Mardiana, Kasat Reskrim, yang mendampingi Ajun Komisaris Besar Syahardiantono, Kapolres Pasuruan, mengutip pengakuan M.

Sulton mengajak M ke sebuah vila dan melakukan prosesi “ritual”. Saat itu Sulton mengatakan kepada M bahwa jika prewangannya adalah seorang kakek, kemudian dari mulut Sulton keluar suara seorang kakek . “Kakek” itu mengatakan bahwa Eko, pria idaman M, senang dengan gadis berdada besar dan montok sehingga payudara M harus diperbesar menggunakan madu oleh “sang kakek”.

Setelah itu M diminta telanjang dengan alasan sukma Eko akan memasuki tubuh Sulton. Kemudian Sulton memerkosa M. Meski M, yang saat itu kebetulan sedang menstruasi menolak karena merasa kesakitan, Sulton tetap memaksa. Pulang dari Tretes, M akhirnya mengadu kepada ayahnya, yang kemudian melapor kepada polisi.

“Sebanyak dua kali panggilan dilayangkan, tersangka tetap tidak menghiraukan. Maka, Rabu kami ambil tersangka di rumahnya untuk ditahan. Saat ini tengah diproses dan hasil visum juga menunjukkan korban diperkosa,” kata Ajun Komisaris Indra Mardiana seraya menambahkan bahwa Sulton akan dipidana dengan Pasal 81 Ayat 2 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.

Namun, kepada petugas penyidik, Sulton membantah memerkosa M. “Saya tidak memerkosa, hanya mencium,” kilah Sulton. (*)

<!–/ halaman berikutnya–>

17 September 2010 - Posted by | informasi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: