Dzackidotcom

Semua Ada Disini

Jadi Budak Seks dan Disiksa di Malaysia

WF ditemukan dengan kondisi mengenaskan, penuh luka dan darah mengucur di sekujur tubuh.
Selasa, 21 September 2010

Kabar menyayat hati datang lagi dari negeri jiran. Seorang pembantu rumah tangga Indonesia, yang berpredikat mentereng ‘pahlawan devisa’, kembali jadi korban bulan-bulanan majikannya di Malaysia.

Sebut saja dia WF. Perempuan 26 tahun ini berasal dari Lampung Timur. Mimpinya untuk mendapatkan penghidupan lebih baik di Malaysia malah kandas. Selama empat bulan, ia justru menjalani hidup seperti di neraka.

Kisah tragisnya mungkin tak cepat terkuak jika seorang warga Malaysia tak menemukannya di pinggir jalan pada Minggu 12 September 2010, dua hari setelah Lebaran Idul Fitri lalu.

Saat ditemukan, kondisi WF sangat memprihatinkan. Darah masih mengucur dari luka-lukanya. Ia bingung berkeliaran di pemukiman Taman Cenderawasih di Nibong Tebal, Penang, Malaysia. Bahkan, lebih dari 12 jam ia berkeliling tanpa tujuan.

Ia mengaku dibuang majikannya, Welu (41) dan Sunti (36) di pinggir jalan Sabtu 11 September 2010 — setelah diberi uang RM30 atau hanya setara Rp87 ribu.

Penemu yang baik hati itu merawatnya, kemudian membawanya ke polisi. Kepala Kepolisian George Town, ACP Gan Kong Meng dalam keterangan pers menyampaikan, korban mengaku disiram air panas di punggung dan kerap dipukul dengan sabuk. Dada dan payudaranya diseterika sampai melepuh. Kepalanya dipukul benda tumpul.

Korban terlihat trauma dan kurus saat ditemukan. Luka di sekujur tubuh menjadi bukti betapa dahsyat siksaan yang dialami WF.

Dia mengaku diperkosa berkali-kali oleh majikannya, Welu — seorang pemotong rumput berusia 41 tahun yang pernah diperkarakan gara-gara menjual ganja.  Setidaknya empat kali ia diperkosa.

Ia bahkan dipaksa menjadi orang ketiga ketika sepasang majikan  melakukan hubungan intim, alias threesome. Jika tak mau menuruti, majikan perempuan akan memukulinya dengan sabuk.

Seperti dimuat situs The Star, 18 September 2010, selain luka-luka di sekujur tubuh, juga ditemukan luka sobek di bagian vitalnya.

Mendengar pengakuan korban, polisi lantas bertindak. Awalnya kasus ini rumit lantaran WF tak tahu persis alamat majikan. Dari korban, cuma ada petunjuk sederhana: apartemen majikan berada di Jelutong.

“Ia hanya mengatakan apartemen majikan di Jelutong, tapi tak mengatakan secara spesifik rumah tersangka,” kata ACP Gan Kong Meng.

Polisi lantas mengambil banyak foto apartemen Jelutong untuk ditunjukkan pada korban. Dari situlah tempat tinggal sang majikan biadab bisa diketahui.

Enam hari terhitung sejak WF dibuang, persisnya pada Jumat, 17 September 2010, polisi berhasil menangkap dan menahan kedua majikan. Di apartemen sederhana itu ditemukan setrika dan sabuk yang diduga digunakan menyiksa korban. Sebuah selimut dan seprei juga disita – polisi yakin ada sisa air mani yang bisa dijadikan bukti.

Kepada polisi, WF mengaku bekerja di Malaysia mulai Januari 2010. Sempat bekerja di majikan lain, ia lalu dialihkan ke Jelutong. Hidup penuh petaka dimulai Mei lalu.

Kepala Kepolisian Penang, Datuk Ayub Yaakob mengatakan hukuman berat mengancam pasangan majikan itu. Mereka terancam dijerat pasal penyiksaan berat dan pemerkosaan yang masing-masing diancam 20 tahun bui. Dua majikan kejam itu juga diincar dengan pasal trafficking atau perdagangan manusia.

Yaakob berharap kasus penganiayaan pembantu rumah tangga asal Indonesia tak menjadi isu yang kembali memanaskan hubungan kedua negara. Karena itu, polisi Malaysia ingin mempercepat proses investigasi kasus itu.

***

Sekarang, WF ditempatkan di ruang isolasi di Rumah Sakit Penang. Hanya segelintir orang, termasuk polisi dan staf konsulat, yang diperbolehkan menjenguk.

Dari Malaysia, kabar malang perempuan 26 tahun itu juga sampai ke telinga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Semalam, SBY meneleponnya – WF pun tersenyum di tengah penderitaannya. Ia senang karena tak menyangka bakal ditelepon langsung presiden.

Hatinya juga lega ketika mendengar majikan penganiayanya ditangkap. “Kondisi psikologis korban sangat terpuruk, dia tidak mau makan. Tapi ketika tahu bahwa pelaku penyiksaan atasnya tertangkap, dia sudah minta makan macam-macam,” ujar Kepala Fungsi Penerangan KBRI Kuala Lumpur, Widiarka Rianarta.

WF diketahui tidak mempunyai dokumen ketenagakerjaan di Malaysia.“WF akan bekerja sebagai pembantu rumah tangga, namun dari datanya bukan ke Malaysia, tapi ke Singapura,” ujar Widiarka.

Izin datang [visa] WF ke Malaysia juga bukan sebagai pekerja, melainkan  sebagai pelancong.

Namun, “apapun faktanya, apakah WF itu pendatang ilegal atau tidak, yang jelas dia adalah warga Indonesia yang wajib untuk dilindungi. Kami akan berusaha semaksimal mungkin dalam mengawal kasus penyiksaan ini,” ujar Widiarka.

21 September 2010 - Posted by | Tak Berkategori |

1 Komentar »

  1. Pemerintah harus memberikan lapangan kerja di negeri kita sendiri….

    Komentar oleh Singal | 21 September 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: