Dzackidotcom

Semua Ada Disini

Chandra Masih Tetap Santai pasca putusan MA

 

Chandra M Hamzah

JAKARTA, Wakil Ketua KPK Chandra Marta Hamzah masih bisa santai meski Mahkamah Agung (MA) menolak Peninjauan Kembali (PK) putusan praperadilan Surat Ketetapan Penghentian penuntutan (SKPP) perkaranya bersama Bibit Samad Riyanto.

Saat ditemui di kediamannya, Jakarta, Sabtu (9/10/2010) sore, Chandra tampak ceria. Dia sesekali terlihat tertawa lepas saat menceritakan sekelumit pengalamannya sewaktu masih menjadi pengacara. “Memang harus begitu. Ha-ha-ha,” ujar Chandra.

Namun, saat kembali membicarakan kasusnya, Chandra mengungkapkan kekecawaannya sebelumnya.

Sama dengan sikap para kuasa hukumnya, Chandra juga mengaku tidak terkejut dengan penolakan PK tersebut. Sebab, Chandra mengaku lebih terkejut sewaktu Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menolak banding kejaksaan terkait putusan praperadilan SKPP kubu Anggodo Widjojo, beberapa waktu yang lalu. “Memang tidak ada bukti,” tutur Chandra sembari menghisap rokok mild-nya.

Tidak terkejutnya Chandra akan penolakan MA telah tampak saat Tribunnews.com baru tiba di kediamannya. Chandra yang mengenakan kaos berkerah warna putih, mengambil koran yang terletak di atas meja, di teras depan rumah.

Mata Chandra pun langsung mengarah pada satu judul headline koran nasional tersebut. Ia membaca sekilas berita itu seraya mengatakan, “Tuh kan dibilangin bandel sih.”

Headline koran berjudul “Amanat Presiden Harus Dihormati” itu membahas tentang ditolaknya PK oleh MA. Chandra bisa santai, karena dia yakin dirinya tidak bersalah sebagaimana tuduhan selama ini. “Saya tidak bersalah,” ujarnya.

Chandra berpegangan bahwa Mabes Polri dan Kejaksaan Agung tidak memiliki bukti cukup untuk menetapkan dia sebagai tersangka. Memang, saat ini tidak ada bukti yang kuat yang dinyatakan kepolisian dan Kejaksaan atas kasus Chandra dan Bibit.

Rekaman antara Deputi Penindakan KPK, Ade Rahardja dengan teman Anggodo, Ari Muladi, ternyata tak ada, sebagaimana proses sidang Anggodo di Pengadilan Tipikor. Padahal bukti rekaman ini sempat digembor-gemborkan oleh Kapolri Bambang Hendarso Danuri dan mantan Jaksa Agung Hendarman Supandji di hadapan DPR.

Atas tudingan Anggodo adanya penerimaan uang suap di area Pasar Festival, Kuningan Jakarta, pada 27 Februari 2009, Chandra juga memiliki alibi kuat. Saat kejadian, Chandra mengaku tidak berada di lokasi, melainkan di Wisma Rajawali. “Ada beberapa orang saksi yang mengetahui keberadaan saya di Wisma Rajawali,” kata Chandra.

Di awal kasus Bibit-Chandra, Mabes Polri berani mengklaim memiliki bukti karcis parkir bahwa mobil milik KPK berada di Pasar Festival ketika penyerahan uang dilakukan oleh Ari Muladi. “Yang (karcis) Pasal Festival juga tidak ada,” tuturnya.

Kini, Chandra bersama Bibit Samad Riyanto masih menunggu langkah hukum lain yang akan diambil kejaksaan terhadap kasusnya.

Sebelumnya, kuasa hukumnya Alexander Lay, menyatakan kejaksaan memiliki tiga opsi untuk menghentikan kasus kliennya, yaitu mengeluarkan SKPP baru setelah melakukan pemeriksaan tambahan, deponering atau pengesampingan perkara, serta menuntut bebas Chandra dan Bibit di pengadilan.

Namun, tim kuasa hukum Chandra-Hamzah lebih setuju jika kejaksaan mengambil opsi yang pertama. Ketika dikonfirmasi Chandra hanya tersenyum dan berkata “Saya tidak akan meminta-minta” tegasnya.

11 Oktober 2010 - Posted by | berita | , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: